Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

SYAIKH NAWAWI INTELEKTUAL TAK PERNAH KESEPIAN

Kritik sosial yang dituangkan melalui sebuah tulisan salah satu alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Adang Akbarudin yang berjudul “Syaikh Nawawi Intelektual Banten yang Kesepian” sepertinya keliru. Hal ini menggambarkan betapa kita sebagai masyarakat Banten merasa sedih dan kecewa karena selama ini perhatian ulama-ulama pondok pesantren begitu pula dengan para santrinya mengkaji dan mendalami karya-karya brilian sang maha guru tersebut, seperti Kasyifatussaja’, ‘Uqudul Luzayn, Sullamul Munajah, Marah Labid Li Kasyfi Ma’na Qur’ani Madjid atau lebih dikenal dengan sebutan Tafsir Munir . Setidaknya, karya-karya tersebut populer di kalangan masyarakat Banten lantaran digunakan sebagai bahan ajar/kajian di pondok pesantren di Banten. Selain itu karya Ulama dunia kelahiran Tanara, serang-Banten itu juga tersebar di belahan dunia, seperti Mesir, Arab Saudi, India dan Belanda. Karya-karya monumental Syaikh Nawawi baik di bidang teologi, fiqih, hadits maupun tafsir sampai saat ini...

LEBIH DARI RITUAL

Jika seorang muslim ditanya tentang makna ibadah kepada Allah maka ia akan segera bergegas mengucap Astaghfirullah lantaran ibadahnya karena hal duniawi atau apa pun selain tertuju kepada-Nya. Sungguh muslim sejati adalah mereka yang senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah agar terbebas dari hal-hal selain Dia. Adalah Allah Tuhan Yang Satu dan tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dalam buku yang ditulis Jalaludin Rakhmat, saya terpukau ketika dikisahkan seorang muslim yang berusaha menyempurnakan ibadah dalam Islam.

MANUVER ICAL DAN NASIB PARTAI BERINGIN

Pasca keputusan Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnassus) Partai Golkar Juni 2012 yang menetapkan Aburizal Bakrie sebagai Calon Presiden 2014 nampaknya akan muncul polemik baru di tubuh partai berlambang beringin tersebut. Sejak semula isu pencapresan sang ketua umum itu muncul, berbagai kecaman sekaligus dukungan datang beriringan dari sejumlah tokoh internal maupun eksternal partai. Interpretasinya pun bermacam-macam jika sampai harus terjadi Ical sebagai Capres 2014 yang diusung Partai Golkar.

MEMBACA (POLITIK) KAUM PINGGIRAN

Meski penetapan calon bupati/wakil bupati Tangerang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2012 ini belum disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang, nampaknya sejumlah masyarakat sudah memiliki persepsi siapa saja nama-nama yang akan meramaikan pesta demokrasi di Kabupaten Tangerang itu. Hal lain yang menjadi isu krusial yakni para bakal calon (balon) itu mengusung isu pemimpin muda. Seiring dengan bergulirnya wacana regenerasi kepemimpinan nasional dengan ekspektasi masyarakat munculnya pemimpin-pemimpin muda nampaknya di Kabupaten Tangerang isu tersebut dipopulerkan oleh balon-balon yang mengaku pemuda.

KH. WAHID HASYIM dari pesantren untuk bangsa

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara ini lahir pada hari Jumat legi, Rabiul Awwal 1333 H, bertepatan dengan 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian. Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.

SYARIAT; LANDASAN POLITIK ISLAM INDONESIA

Wacana Syariat sebagai penopang pemerintahan kini sudah sampai pada tingkat pemberlakuan. Beberapa daerah telah mengeluarkan perda yang sudah diterapkan dalam sistem pemerintahan merupakan bukti bahwa Syariat sudah sampai pada tingkat aksiologi. Namun demikian, tidak sedikit pandangan yang nampak kontradiktif atas pemberlakuan Syariat sebagai sistem pemerintahan. Berbagai macam argumentasi yang dikonsep secara rasional melemahkan cita-cita sebagian wilayah untuk menerapkan Syariat di wilayahnya.

POLITIK KANCIL PARTAI BERINGIN

Wacana penetapan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden dari Partai Golkar menuai banyak polemik dan kisruh internal partai berwarna kuning itu. Terdapat banyak elit internal partai yang mengkritik soal mekanisme penetapan calon presiden dari partai berlambang beringin tersebut. Hal ini dikarenakan sikap terburu-burunya pengurus DPP partai Golkar untuk melaksanakan rapat pimpinan nasional khusus (rapimnassus) dengan mengagendakan mekanisme penetapan calon presiden dari partai golkar. Ini akan berdampak pada fungsi dan peran fungsionaris partai yang notabene memiliki kans sebagai calon presiden. Sebut saja Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Agung Laksono, Fadel Muhammad, mereka memiliki peluang untuk menjadi capres 2014 mewakili partai beringin itu.