Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

BENANG KUSUT DEMOKRASI DI BANTEN

Gambar
Baru saja masyarakat internasional merayakan Hari Demokrasi Internasional yang jatuh pada 15 September, mengemuka di hadapan masyarakat dunia tentang betapa pentingnya merawat eksistensi demokrasi berjalan dengan baik. Demokrasi dipandang sebagai konsep politik yang paling diterima oleh sebagian besar masyarakat dunia karena menempatkan manusia sebagai simbol kedaulatan. Alexis Tocqueville, seorang penemu teori demokrasi abad-19, menerjemahkan demokrasi sebagai bentuk persamaan (equallity),

GUBERNUR WAKAFKAN MASJID KEPADA WARGA

KOTA SERANG - Ratusan jemaah majlis ta’lim dari kabupaten/kota se-Provinsi Banten menghadiri acara dzikir bersama Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah dengan ustadz Arifin Ilham di Masjid Al Chosiyah Cipocok, Kota Serang, Minggu malam (15/5). Gubernur menyampaikan bahwa pelaksanaan dzikir pada Minggu malam memiliki makna tersendiri bagi Gubernur karena bertepatan dengan hari lahirnya.

GUBERNUR RESMIKAN TANDON AIR KRONJO

Gambar
KAB.TANGERANG - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah didampingi Wakil Bupati Tangerang-H.Rano Karno, Kamis (14/4) meresmikan Tandon Air di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Pembangunan Tandon Air Kronjo merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat.

BANTEN GELAR PELATIHAN TEKNOLOGI INFORMASI

Gambar
Dunia komunikasi dan informasi di pemerintahan semakin menunjukkan kebutuhannya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Saat ini, pemerintah Provinsi Banten telah memberlakukan beberapa pelayanan masyarakat yang dilakukan secara elektronik. Oleh karena itu, melalui kerja sama ADB dan Pemprov. Banten diadakan kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digelar di Hotel Mahadria, Kota Serang, 14-16 Maret 2010. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh SKPD-SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Bertindak sebagai fasilitator sekaligus nara sumber yaitu Drs. Rahmat Suyatna, M. Pd dari Badan Diklat Provinsi Banten. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut itu memiliki tujuan agar unsur Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemprov. Banten bisa mengakses kecanggihan teknologi informasi. Disamping sebagai wawasan individu, diharapkan bisa diterapkan di dalam kegiatan pemerintahan di Pemprov. Banten. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi pejabat Eselon...

ATUT CHOSIYAH: Pemuda Harus Menjadi Estafet Kepemimpinan

Kamis, 24 Februari lalu adalah momentum penting bagi bangkitnya Karang Taruna Provinsi Banten. Pasalnya, pada taggal tersebut secara resmi Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah melantik pengurus Karang Taruna Provinsi Banten. Hadir ketua umum Karang Taruna Nasional, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko yang didampingi jajarannya. Dalam pelantikan yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten itu, Atut menyampaikan kepada para audiens bahwa Karang Taruna sebagai organisasi pemuda yang harus melanjutkan kepemimpinan di Banten. Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, H. Andika Hazrumy juga menegaskan dalam sambutanya, bahwa Karang Taruna adalah wadah pengembangan pemuda yang bergerak di bidang sosial-masyarakat, dan memiliki wadah strategis yang mengakar sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Pernyataan Atut Chosiyah itu diamini oleh sejumlah pejabat SKPD Provinsi Banten yang juga turut hadir, diantaranya Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Asda III ...

MASA DEPAN KERUKUNAN BERAGAMA DI BANTEN

Tragedi berdarah yang terjadi pada 6 Februari lalu di Cikeusik, Pandeglang-Banten telah menyatukan perhatian masyarakat Banten terhadap persoalan Ahmadiyah dan keberadaannya di negeri ini. Sejauh ini, peredaran Ahmadiyah masih dengan mudah menyebar di pelosok tanah air meskipun telah lahir SKB tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM dan Jaksa Agung yang mencoba meng-cover rentetan kasus kekerasan yang kaitannya dengan Ahmadiyah. Keberadaan Ahmadiyah dinilai banyak orang telah melakukan penodaan terhadap ajaran agama Islam. Alhasil, sebagian besar umat Islam enggan menerima keberadaan Jemaat Ahmadiyah, termasuk masyarakat Banten. Kerusuhan di Cikeusik yang terindikasi oleh persoalan agama bukan hal pertama. Tragedi Monas saat peringatan Hari Kesaktian Pacasila telah lebih dulu menyertai berita-berita di media lokal dan nasional, pembakaran tempat ibadah dan pengrusakan rumah penduduk ahmadiyah di Bogor juga telah lebih dulu hadir. Sederet persoalan kekerasa...

ANDIKA : KARANG TARUNA HARUS MEMPUNYAI BADAN USAHA

Gambar
Berada di garda terdepan dalam partisipasi kegiatan sosial adalah Karang Taruna yang senantiasa ada di tengah masyarakat. Dinamika organisasi Karang Taruna selalu menunjukkan bahwa organisasi ini mendahulukan nilai-nilai kreatifitas tiada batas. Pada kesempatan rapat konsultasi Pegurus Karang Taruna Provinsi Banten yang digelar pada hari Kamis, 10 Februari 2011 pukul 18.00 sampai dengan pukul 22.10 WIB, ketua Karang Taruna Provinsi Banten, H. Andika Hazrumy megatakan bahwa perlunya karang taruna memiliki badan usaha sendiri dengan maksud agar roda organisasi ini terus berjalan adn selalu bisa menghasilkan pendapatan yang jelas. Ia juga mengingatkan kepada para pegiat organisasi Karang Taruna baik yang berada di tigkat Kabupaten/kota ataupun kecamatan serta desa/kelurahan untuk meningkatkan potensi wirausaha kader di berbagai bidang. momentum kepengurusan baru di Karang Taruna Provinsi Banten ini, H. Andika berkiprah dalam upaya memajukan kapasitas pembangunan di organisasi ini. Pada r...

BANTEN JELANG PILGUB 2011

Genderang politik lokal semakin menunjukkan raut wajah yang bermacam-macam rupa. Sang pemain sejati kian sibuk mencari simpati massa demi kepentingan dukungan. Tak terkecuali, ghiroh untuk menjadi sang kandidat juga dirasakan oleh kepala daerah (bupati/walikota) yang merasa pantas untuk mengikuti bursa calon Gubernur Banten. Sebut saja Wahidin Halim (walikota Tangerang) dan Mulyadi Jaya Baya (Bupati Lebak) keduanya dikabarkan akan meramaikan pesta demokrasi rakyat Banten di tahun 2011 ini. Semarak dan semangat masyarakat pun terlihat mulai nampak, satu per satu dari mereka mulai merapatkan barisan ke arah mana yang mereka hendaki. Sepertinya ini sudah menjadi kebiasaan politik demokratik bagi bangsa Indonesia. Dari mulai sudut kanan sampai sudut kiri sudah terlihat gejolak penggalangan dukungan masyarakat untuk kepentingan kandidat yang dipercayainya. Dari sisi sosial, budaya dan ekonomi akan sangat berpengaruh dengan memasukinya masa jelang Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA). Pertama, ...