Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 24, 2010

GUNUNG MERAPI KEMBALI MELETUS

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Subandrio mengatakan, luncuran awan panas yangterjadi kemarin sore pukul 16.40 ini relatif kecil. ”Namun yang perlu diperhatikan, luncuran kali ini diprediksi akan diikuti oleh luncuran berikutnya,” ujarnya kepada wartawan. Hal ini berarti, erupsi kemungkinan besar masih akan terjadi sehingga Gunung Merapi belum benar-benar aman. Untuk itu, pihaknya masih tetap pada keputusan untuk memberikan status awas pada Gunung Merapi hingga beberapa hari kedepan. Meski demikian, hingga kemarin sore BPPTK belum bisa mengamati apakah Gunung Merapi sudah membentuk kubah lava baru seperti kebiasaannya setelah meluncurkan awan panas atau belum lantaran cuaca mendung yang menutup pengamatan visual ke puncak Merapi. Letusan kemarin sore juga belum bisa diamati secara jelas apakah dalam letusan tersebut diikuti oleh magma yang ada di tubuh gunung atau tidak. Padahal, kemungkinan Merapi bisa turun aktifitasnya apabila ...
Gambar
Tersebutlah letusan dahsyat gunung berapi yang konon terjadi lebih dari seribu tahun lalu. Saking kuatnya letusan itu, ia mengubur sebuah peradaban manusia yang tengah berada di masa kejayaan Mataram Kuno seputar abad IX. Kerajaan besar itu pun dipaksa mengalah, pindah ke wilayah lain yang jauh dari amukan sang gunung. Teori itu dikemukakan Reinout Willem van Bemmelen, seorang ahli geologi Belanda, dalam bukunya berjudul The Geology of Indonesia (1949). Gunung yang dimaksud adalah Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Van Bemmelen bahkan berani mengatakan bahwa letusan dahsyat pada tahun 1006 itulah yang juga mengubur Candi Borobudur, yang berjarak sekitar 30 kilometer arah barat Merapi. Teori Bemmelen ini bersinggungan dengan mitos Roro Jonggrang—sosok sentral dalam Candi Prambanan—yang juga menceritakan kedahsyatan letusan Merapi. Peperangan antara Bandung Bondowoso dan Prabu Boko (ayah Roro Jonggrang yang menolak pinangan Bandung...