Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 8, 2012

KH. WAHID HASYIM dari pesantren untuk bangsa

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara ini lahir pada hari Jumat legi, Rabiul Awwal 1333 H, bertepatan dengan 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian. Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.

SYARIAT; LANDASAN POLITIK ISLAM INDONESIA

Wacana Syariat sebagai penopang pemerintahan kini sudah sampai pada tingkat pemberlakuan. Beberapa daerah telah mengeluarkan perda yang sudah diterapkan dalam sistem pemerintahan merupakan bukti bahwa Syariat sudah sampai pada tingkat aksiologi. Namun demikian, tidak sedikit pandangan yang nampak kontradiktif atas pemberlakuan Syariat sebagai sistem pemerintahan. Berbagai macam argumentasi yang dikonsep secara rasional melemahkan cita-cita sebagian wilayah untuk menerapkan Syariat di wilayahnya.

POLITIK KANCIL PARTAI BERINGIN

Wacana penetapan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden dari Partai Golkar menuai banyak polemik dan kisruh internal partai berwarna kuning itu. Terdapat banyak elit internal partai yang mengkritik soal mekanisme penetapan calon presiden dari partai berlambang beringin tersebut. Hal ini dikarenakan sikap terburu-burunya pengurus DPP partai Golkar untuk melaksanakan rapat pimpinan nasional khusus (rapimnassus) dengan mengagendakan mekanisme penetapan calon presiden dari partai golkar. Ini akan berdampak pada fungsi dan peran fungsionaris partai yang notabene memiliki kans sebagai calon presiden. Sebut saja Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Agung Laksono, Fadel Muhammad, mereka memiliki peluang untuk menjadi capres 2014 mewakili partai beringin itu.