GUBERNUR RESMIKAN TANDON AIR KRONJO


KAB.TANGERANG - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah didampingi Wakil Bupati Tangerang-H.Rano Karno, Kamis (14/4) meresmikan Tandon Air di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Pembangunan Tandon Air Kronjo merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat.

Tandon air atau waduk lapangan ini sebagai wadah untuk menampung air hujan maupun aliran air permukaan. Selain dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat, juga dapat mengurangi debit air berlebih yang mengalir di musim penghujan serta bagian dari fungsi konservasi dan pengendalian daya rusak air” kata Gubernur.
Tandon juga dapat dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan, sarana olahraga mauapun tempat rekreasi keluarga. “Saya berharap, masyarakat dapat memanfaatkan failitas tandon air ini dengan sebaik-baiknya serta harus berperan aktif dalam memelihara dan menjaga kelestarian air maupun lingkungan. Tandon ini tentunya harus kita rawat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta dapat dinikmati oleh anak cucu kita nanti” tandasnya.
Selain tandon air di Kronjo, Pemerintah Provinsi Banten bersama-sama dengan Pemerintah Pusat serta didukung pemerintah kabupaten/kota juga akan merencanakan pembangunan beberapa waduk besar seperti Waduk Karian di Kabupaten Lebak dengan volume tampungan mencapai 219 juta meter kubik .
Manfaat pembangunan Waduk Karian ini tidak hanya untuk Kabupaten Lebak tapi juga untuk penyediaan air baku bagi masyarakat, industri dan pertanian di seluruh wilayah Banten, bahkan sangat dimungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di DKI Jakarta” tandas Gubernur kembali.
Saat ini Pemerintah Provinsi Banten juga tengah melaksanakan pembangunan Waduk Sindang Heula di Kabupaten Serang dengan volume tampungan mencapai 9 juta meter kubik.
Pembangunan waduk ini sudah memasuki tahapan pembebasan lahan yang nantinya diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan banjir dan kekeringan, bukan saja di Kabupaten Serang tetapi juga Kota Serang dan Kota Cilegon” jelas Gubernur.
Sementara Wakil Bupati Tangerang-H.Rano Karno menyatakan terima kasih atas nama pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Tangerang atas perhatian besar dari Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung pembangunan, khususnya bidang pertanian.
Dengan adanya tandon ini diharapkan bisa mengatasi berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi petani, khususnya dalam mengendalikan kondisi air pada musim hujan dan musim kemarau terhadap lahan persawahan yang ada di wilayah sekitar tandon” katanya.
Dalam kesempatan itu juga Wakil Bupati Tangerang berharap perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk bersama-sama pemerintah kabupaten/kota dalam mengatasi permasalahan abrasi pantai.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Provinsi Banten-Winaryono menyatakan Tandon Air Kronjo dibangun pada lahan seluas 5,6 hektar dengan luas genangan air mencapai 4,5 hektar.
Manfaat dari tandon secara teknis adalah sebagai cadangan air irigasi 3 bulan musim kering” ujar Kepala SDAP.
Ia menjelaskan, pembangunan tandon dimulai dengan perencanaan desain pada tahun anggaran 2007 dan dilanjutkan dengan pembebasan lahan pada tahun 2008 hingga awal 2009.
Pelaksanaan fisik berlangsung pada tahun 2009 dan 2010 dengan sistem kontrak tahun jamak atau multi years dengan total anggaran sebesar Rp. 11,47 miliar” tuturnya.
Ditambahkan, dalam hal pengoperasian dan pengendalian tandon akan dilaksanakan oleh Balai PSDA Cidurian-Cisadane dengan melibatkan peran serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan masyarakat sekitar lingkungan tandon.

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI LIU XIAOBO

SI DOEL JADI GUBERNUR ?

ATUT CHOSIYAH: Pemuda Harus Menjadi Estafet Kepemimpinan