BELAJAR DARI LIU XIAOBO
Persoalan Demokrasi yang tumbuh-kembang di negeri Indonesia tidaklah berjalan sesuai teratah teori yang mengisyaratkan adanya kesejahteraan dan kemerataan kehidupan bangsa. Tidaklah aneh jika kita pandai membaca situasi bagsa ini cenderung ke arah back to dictator lantaran kekuasaan kembali menjadi pucuk kebijakan, tanpa mengolahnya dengan konsensus rakyat. Lagi-lagi ini akan menjadi momok bagi bangsa yang sedang tumbuh-kembang dalam proses demokrasi.Indonesia bukanlah bagsa yang muda, lebih dari setengah abad ia tumbuh berkembang menjadi bangsa yang semakin banyak sejarahnya, namun sejarah itu tidaklah memiliki arti penting atas perubahan-perubahan yang terjadi di bangsa Indonesia ini. ya, setidaknya tulisan ini sedikit menggelitik kita semua untuk bagaimana semestinya kita menjadi pribadi yang pantas dikatakan sebagai putera Indonesia.
Kita lahir di negeri petani dan nelayan. dari sanalah latar belakang kita terbentuk. omong kosong jika kaum borjuis Indonesia bilang tidak kenal dengan dunia pertaian, katakan kita adalah petani dan nelayan.
Sosok Liu Xiaobo adalah tepat jika kita jadikan referensi perjuangan untuk merubah pola pikir masing-masing individu bangsa Indonesia. selain Ia adalah sosok pemberani, tegas, bervisi, juga sebagai sosok yang cinta kesetaraan. saya pun tergugah dengan kata-katanya "man is born free ...." bahwa hakikatnya setiap individu dilahirkan dalam keadaan yang bebas. bebas berarti memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri. arti ini perlu diperluas, dalam konteks berdemokrasi, tentu saja kata ini bukan sembarang kata. Kebebasan untuk menentukan nasib merupakan pijakan awal individu di setiap negeri yang sedang berdemokrasi.
semestinya, pengekangan-pengekangan terhadap aksi-tindakan, pola pikir, kreasi-seni sudah tidak ditemukan lagi di negeri yang sedang berdemokrasi. sosok Liu Xiaobo adalah pelajaran penting bagi kita semua dalam menatap hari-hari yang penuh tantangan. tantangan yang lahir dari penguasa. katakan kita bisa, kita bisa membawa perubahan untuk yang semestinya berubah. YES WE CAN !
(Pelataran syaikh Nawawi, 10-10-2010)
Kita lahir di negeri petani dan nelayan. dari sanalah latar belakang kita terbentuk. omong kosong jika kaum borjuis Indonesia bilang tidak kenal dengan dunia pertaian, katakan kita adalah petani dan nelayan.
Sosok Liu Xiaobo adalah tepat jika kita jadikan referensi perjuangan untuk merubah pola pikir masing-masing individu bangsa Indonesia. selain Ia adalah sosok pemberani, tegas, bervisi, juga sebagai sosok yang cinta kesetaraan. saya pun tergugah dengan kata-katanya "man is born free ...." bahwa hakikatnya setiap individu dilahirkan dalam keadaan yang bebas. bebas berarti memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri. arti ini perlu diperluas, dalam konteks berdemokrasi, tentu saja kata ini bukan sembarang kata. Kebebasan untuk menentukan nasib merupakan pijakan awal individu di setiap negeri yang sedang berdemokrasi.
semestinya, pengekangan-pengekangan terhadap aksi-tindakan, pola pikir, kreasi-seni sudah tidak ditemukan lagi di negeri yang sedang berdemokrasi. sosok Liu Xiaobo adalah pelajaran penting bagi kita semua dalam menatap hari-hari yang penuh tantangan. tantangan yang lahir dari penguasa. katakan kita bisa, kita bisa membawa perubahan untuk yang semestinya berubah. YES WE CAN !
(Pelataran syaikh Nawawi, 10-10-2010)