HIKMAH DIBALIK PANDEMI COVID-19
![]() |
| Foto diambil sebelum covid-19 |
HIKMAH - hampir 8 (delapan) bulan kita hidup di tengah kecemasan akibat adanya wabah virus corona atau disebut dengan istilah covid-19. Tak ada orang yang menyangka sebelumnya bahwa dunia akan terjadi seperti ini. Aktivitas dibatasi, hubungan interaksi terisolasi, ibadah tak seluas dahulu, silaturahmi terbatasi. Kehidupan ini sungguh mengalami kondisi berbeda 180 derajat dari sebelumnya.
Pandemi covid-19 adalah bentuk ujian dari Allah SWT. ketika banyak manusia merasa paling berkuasa, ketika banyak manusia merasa paling digdaya, ketika banyak manusia merasa paling berharga dan seterusnya. Sikap kesombongan-kesombongan manusia itu lenyap seketika manakala saat ini Allah menurunkan makhluk kecilnya yang tdak dapat dilihat mata manusia, kini memporak-porandakan kehidupan mereka (manusia).
Bukan tanpa alasan dan tujuan Allah SWT menurunkan makhluk tersebut ke bumi. Betapa banyak orang-orang yang berpikir ulang akan kesombongannya itu, namun juga masih saja ada yang merasa ini adalah semata-mata ulah tangan manusia, yang menciptakan sekaligus mengembangkan virus tersebut untuk meguasai kehidupan. Beragam spekulasi muncul, datang dari berbagai kalangan menanggapi kemunculan virus mematikan ini.
Bagi orang-orang beriman kepada Allah SWT, hidup dan mati sudah digariskan oleh Allah SWT sebagai dzat yang menghidupkan dan mematikan. Namun, sebagai manusia makhluk Allah SWT, orang beriman berkewajiban untuk berikhtiar dan berusaha sekuat mungkin untuk terhindar dari mara bahaya di dunia. Dengan kata lain, orang beriman, akan tetap menghindari pola-pola hidup yang menyebabkan terjadinya penularan virus corona, ia akan tetap mengikuti anjuran pemerintah dan ulama dalam menghadapi covid-19 ini, dengan tetap bertawakkal kepada Allah SWT.
Covid-19 yang datang di bumi ini melahirkan beragam hikmah kehidupan mansuia dan makhluk Allah lainnya, salah satunya adalah manusia kini lebih merasa mementingkan kesehatan, sebagaimana nikmat sehat adalah karunia besar dari Allah, mungkin sebelunya manusia menganggap enteng nikmat ini sehingga mereka lalai dan lupa untuk menjaganya. Orang yang mensyukuri nikmat sehat dari Allah SWT akan berusaha menjaganya yaitu dengan melakukan pola hidup bersih, sebagaimana Islam mengajarkan kebersihan, dan kebersihan separuh dari iman seseorang.
Kemudian, manusia kini semakin dekat dengan keluarganya, banyak di rumah menjalankan aktivitas. bekerja, beribadah dan sebagainya dilakukan dengan keluarga di rumah. Bahkan yang berjualan pun kini semakin banyak menggunakan onlineshop dan bisa dilakukan di rumah bersama keluarga.
Apapun itu, kita sebagai hamba Allah yang lemah, jangan berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya rahmat Allah itu luas. Dan, mari selalu ikuti anjuran Rasulullah SAW dalam menjalankan pola hidup bersih untuk menjaga kesehatan. Paling tidak, jaga kebersihan diri dan lingkungan, jauhkan dari sifat iri dan dengki, mari kita lawan covid-19 dengan keimanan dan ketakwaan.
