DPD BELAJAR SISTEM SENAT AUSTRALIA
Kedatangan Perdana Menteri terpilih Australia, Julia Gillard, dimanfaatkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk mempelajari lebih jauh sistem senat di Australia. Pelajaran yang diambil terutama menyangkut kerja sama sistem pendukung. “Kerja sama dengan Australia ini penting karena di sana sistem senatnya sangat kuat, terutama dalam sistem bikameral (dua kamar).
Kerja sama ini sebagai upaya memperkuat sistem bikameral di Indonesia yang saat ini masih lemah,” kata Ketua DPD Irman Gusman setelah bertemu dengan Julia Gillard di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/11). Kedatangan Gillard ke DPD disambut pemimpin DPD Irman dan Wakil Ketua DPD La Ode Ida.
“Peningkatan hubungan ini kami lakukan dengan meningkatkan kerja sama beasiswa, pertukaran pemuda, pelajar, dan mahasiswa, kerja sama seni dan budaya, serta pemberlakuan skema visa berlibur dan bekerja,” terang Irman.
DPD juga mengapresiasi peran Australia dalam berbagai hal, salah satunya penanganan terorisme serta kerja sama penanggulangan bencana yang tertuang dalam Australia-Indonesia Joint Facility for Disaster Reduction (AIFDR).
Ketua MPR Taufiq Kiemas dalam pertemuannya dengan Gillard menyatakan bahwa kedatangan Gillard ke Gedung DPR sebagai kunjungan perkenalan. “Gillard memuji parlemen di Indonesia yang menurutnya sangat aktif dan dinamis,” kata Taufiq sesaat setelah bertemu selama lima menit dengan Gillard di ruang delegasi, Gedung DPR.
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahwa kunjungan Gillard ini merupakan kunjungan pertamanya ke luar negeri setelah terpilih menjadi perdana menteri. “Indonesia diprioritaskan karena merupakan negara tetangga yang paling dekat dengan Australia,” jelas Lukman.
Perdana Menteri Julia Gillard berada di Gedung DPR selama sekitar satu jam. Kedatangan Gillard ini langsung diterima Ketua MPR selama lima menit dilanjutkan pertemuan dengan pemimpin DPD selama 20 menit.
Seusai bertemu DPD, Gillard memasuki ruang tamu Ketua DPR Marzuki Ali. Pertemuan dengan pemimpin DPR itu berlangsung selama 15 menit.
Kerja sama ini sebagai upaya memperkuat sistem bikameral di Indonesia yang saat ini masih lemah,” kata Ketua DPD Irman Gusman setelah bertemu dengan Julia Gillard di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/11). Kedatangan Gillard ke DPD disambut pemimpin DPD Irman dan Wakil Ketua DPD La Ode Ida.
“Peningkatan hubungan ini kami lakukan dengan meningkatkan kerja sama beasiswa, pertukaran pemuda, pelajar, dan mahasiswa, kerja sama seni dan budaya, serta pemberlakuan skema visa berlibur dan bekerja,” terang Irman.
DPD juga mengapresiasi peran Australia dalam berbagai hal, salah satunya penanganan terorisme serta kerja sama penanggulangan bencana yang tertuang dalam Australia-Indonesia Joint Facility for Disaster Reduction (AIFDR).
Ketua MPR Taufiq Kiemas dalam pertemuannya dengan Gillard menyatakan bahwa kedatangan Gillard ke Gedung DPR sebagai kunjungan perkenalan. “Gillard memuji parlemen di Indonesia yang menurutnya sangat aktif dan dinamis,” kata Taufiq sesaat setelah bertemu selama lima menit dengan Gillard di ruang delegasi, Gedung DPR.
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahwa kunjungan Gillard ini merupakan kunjungan pertamanya ke luar negeri setelah terpilih menjadi perdana menteri. “Indonesia diprioritaskan karena merupakan negara tetangga yang paling dekat dengan Australia,” jelas Lukman.
Perdana Menteri Julia Gillard berada di Gedung DPR selama sekitar satu jam. Kedatangan Gillard ini langsung diterima Ketua MPR selama lima menit dilanjutkan pertemuan dengan pemimpin DPD selama 20 menit.
Seusai bertemu DPD, Gillard memasuki ruang tamu Ketua DPR Marzuki Ali. Pertemuan dengan pemimpin DPR itu berlangsung selama 15 menit.