PENATAAN PANTURA BUTUH RP. 5 TRILIUN

Rencana penataan kawasan Pantai Utara (pantura) di Kabupaten Tangerang sedikitnya membutuhkan investasi sekitar Rp5 triliun.

Anggaran tersebut untuk merealisasikan reklamasi pantai dan kota baru, kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Benyamin Davnie.

“Untuk penataan kawasan pantura, dibuat holding company, yakni PT Mitra Kerta Raharja. Dimana pemkab sebagai pemegang saham. Penataan kawasan pantura akan melibatkan swasta,” katanya.

Penataan besar-besaran di kawasan pantura tersebut, lanjut Benyamin, juga dimaksudkan pengembangannya ke kawasan tengah Tangerang. Salah satu tahap awal yang dilakukan adalah membangun 38 kilometer jalan di kawasan pantura yang menelan anggaran sebesar Rp125 miliar. Tahun ini, dialokasikan pemeliharaan jalan tersebut sebesar Rp50 miliar.

“Nanti landasan yuridis pengembangan itu kita akan memakai peraturan daerah [perda] dan sudah dalam penyusunan. Setelah rampung coba kita ajukan ke DPRD,” jelasnya.

Untuk reklamasi kawasan pantura, yang akan disulap menjadi kawasan niaga dan industri tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 9.000 hektare. Dengan bentangan antara kawasan DKI Jakarta dan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Pembangunan reklamasi ini merupakan proyek jangka panjang Kabupaten Tangerang. Di kawasan tersebut akan dibuat pelabuhan dengan spesifikasi khusus, kawasan industri, kawasan hunian, pusat bisnis, wisata dan sport center.

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI LIU XIAOBO

SI DOEL JADI GUBERNUR ?

ATUT CHOSIYAH: Pemuda Harus Menjadi Estafet Kepemimpinan